Batang Hari Ogan, Pesawaran – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama mahasiswa internasional melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Community-Based Implementation of Ecobrick Composite Blocks for Sustainable Infrastructure Development in Batang Hari Ogan Village" di Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mengembangkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik melalui penerapan Ecobrick Composite Blocks sebagai material pendukung pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.
Program pengabdian ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas negara. Mahasiswa ITERA yang terlibat berasal dari beberapa program studi, yaitu Program Studi Teknik Sipil, Program Studi Arsitektur, Program Studi Arsitektur Lanskap, dan Program Studi Teknik Perkeretaapian, bersama mahasiswa internasional yang turut berpartisipasi dalam kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta penerapan teknologi tepat guna yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat. Camat Tegineneng diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Tegineneng, Bapak Firdaus. Turut hadir Babinsa Desa Batang Hari Ogan, Serda Astajudin, Kanit Binmas IPDA Heri yang mewakili Bhabinkamtibmas, serta Kepala Desa Batang Hari Ogan, Bapak Indra Gunawan, serta Pembina Karang Taruna Desa Batang hari Ogan, Armawansyah Putra, S.E., M.M. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Batang Hari Ogan, Bapak Indra Gunawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Institut Teknologi Sumatera beserta mahasiswa internasional yang telah memilih Desa Batang Hari Ogan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurut beliau, program ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah plastik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang dapat diterapkan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Teknik Sipil ITERA, Dr. Rahmat Kurniawan, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tegineneng, Pemerintah Desa Batang Hari Ogan, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan sambutan hangat terhadap pelaksanaan kegiatan. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pengabdian kepada masyarakat tidak terlepas dari sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat diimplementasikan secara langsung untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara seremonial paving block berbahan Ecobrick Composite beserta tanaman hias kepada Pemerintah Desa Batang Hari Ogan. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau melalui pemanfaatan tanaman hias sebagai elemen pendukung estetika lingkungan desa.
Pada sesi utama, mahasiswa ITERA dan mahasiswa internasional menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah plastik, konsep ekonomi sirkular, serta teknologi pembuatan Ecobrick Composite Blocks. Masyarakat memperoleh pemahaman mengenai proses pemilahan sampah plastik, teknik pembuatan ecobrick, hingga pengolahan ecobrick menjadi paving block komposit yang memiliki kekuatan dan nilai guna sebagai material alternatif untuk pembangunan fasilitas umum.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan ecobrick yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, serta masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi maupun praktik, yang menunjukkan tingginya minat terhadap teknologi sederhana namun memiliki dampak besar terhadap pengurangan limbah plastik di lingkungan desa.
Kehadiran mahasiswa internasional memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan mengenai praktik pembangunan berkelanjutan di berbagai negara, tercipta suasana pembelajaran yang memperkaya wawasan seluruh peserta. Kolaborasi internasional ini sekaligus memperkuat komitmen ITERA dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek lingkungan, pendidikan, inovasi, dan kemitraan.
Program ini diharapkan mampu menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi produk konstruksi yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memperoleh alternatif material yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa.
Melalui kegiatan Community-Based Implementation of Ecobrick Composite Blocks for Sustainable Infrastructure Development in Batang Hari Ogan Village, mahasiswa ITERA bersama mahasiswa internasional menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, peningkatan kualitas lingkungan, serta terwujudnya pembangunan desa yang lebih hijau, tangguh, dan berorientasi pada masa depan